Shalat Berjama'ah ke Mesjid, Yuk!
Hayu urang berjamaa'ah Shalat Shubuh
Estu kawajiban urang keur di dunya,
Oge pibekeleun jaga di akherat~ )*
Bait-bait puji-pujian itu meluncur dari mulut lelaki paruh baya lewat pengeras suara Mesjid. Suaranya taklah semerdu Pasha Ungu memang. Namun bagi yang mengerti arti ajakannya pastilah akan tergugah.
Bagi Jama'ah Mesjid di kampung kami, pastilah mengenal sosok Mang Enjang. Laki -laki paruh baya ini akan mudah dijumpai terutama bagi mereka yang sering Shalat berjama'ah ke Mesjid. Baik itu pada saat Maghrib, Isya ataupun Shubuh. Karena di waktu-waktu itulah biasanya kita berkesempatan lebih untuk bisa hadir berjama'ah di Mesjid.
Mang Enjang seolah menjadi "member utama" Mesjid Al-Khoeriyah, Mesjid kebanggaan RW kami.
Dalam gulita dan mata ditutup serta tak dibantu orang lain pun, saya yakin Mang Enjang akan bisa menemukan jalan ke Mesjid. Saking begitu hapalnya jalur yang biasa dia lalui. Berawal dari pintu rumahnya sampai ke pintu Mesjid. Bahkan Mang Enjang sudah bisa menghitung berapa langkah yang dia perlukan agar bisa sampai ke Mesjid dengan aman. Walau langkahnya sedikit tertatih.
Ketika kebanyakan orang terlelap dalam dingin udara Shubuh. Mang Enjang yang mengumandangkan Adzan Shubuh lewat pengeras suara. Membangunkan kami yang masih terlena dalam buaian mimpi. Memberi peringatan kepada kami, bahwa Shalat itu lebih baik daripada tidur.
Mesjid kami tidak begitu besar. Namun ketika Shalat berjama'ah terutama Shalat Shubuh, mesjid kami terasa begitu luas. Yang hadir berjama'ah paling hanya 6 orang plus Imam Mesjid. Itupun muka-muka lama alias member tetap. Golongan usia di atas 50-an. Jama'ah akan makin berkurang manakala para memeber tetap itu ada yang sakit atau berhalangan. Makanya saya selalu berusaha menyempatkan Shalat Shubuh berjama'ah. Ya, walaupun masih bolong-bolong juga hehehe...
**


















