Wednesday, September 16, 2009

Shalat Berjama'ah ke Mesjid, Yuk!

~Eling-eling umat Muslimin Muslimat
Hayu urang berjamaa'ah Shalat Shubuh
Estu kawajiban urang keur di dunya,
Oge pibekeleun jaga di akherat~ )*

Bait-bait puji-pujian itu meluncur dari mulut lelaki paruh baya lewat pengeras suara Mesjid. Suaranya taklah semerdu Pasha Ungu memang. Namun bagi yang mengerti arti ajakannya pastilah akan tergugah.

Bagi Jama'ah Mesjid di kampung kami, pastilah mengenal sosok Mang Enjang. Laki -laki paruh baya ini akan mudah dijumpai terutama bagi mereka yang sering Shalat berjama'ah ke Mesjid. Baik itu pada saat Maghrib, Isya ataupun Shubuh. Karena di waktu-waktu itulah biasanya kita berkesempatan lebih untuk bisa hadir berjama'ah di Mesjid.
Mang Enjang seolah menjadi "member utama" Mesjid Al-Khoeriyah, Mesjid kebanggaan RW kami.
Dalam gulita dan mata ditutup serta tak dibantu orang lain pun, saya yakin Mang Enjang akan bisa menemukan jalan ke Mesjid. Saking begitu hapalnya jalur yang biasa dia lalui. Berawal dari pintu rumahnya sampai ke pintu Mesjid. Bahkan Mang Enjang sudah bisa menghitung berapa langkah yang dia perlukan agar bisa sampai ke Mesjid dengan aman. Walau langkahnya sedikit tertatih.
Ketika kebanyakan orang terlelap dalam dingin udara Shubuh. Mang Enjang yang mengumandangkan Adzan Shubuh lewat pengeras suara. Membangunkan kami yang masih terlena dalam buaian mimpi. Memberi peringatan kepada kami, bahwa Shalat itu lebih baik daripada tidur.
*
Mesjid kami tidak begitu besar. Namun ketika Shalat berjama'ah terutama Shalat Shubuh, mesjid kami terasa begitu luas. Yang hadir berjama'ah paling hanya 6 orang plus Imam Mesjid. Itupun muka-muka lama alias member tetap. Golongan usia di atas 50-an. Jama'ah akan makin berkurang manakala para memeber tetap itu ada yang sakit atau berhalangan. Makanya saya selalu berusaha menyempatkan Shalat Shubuh berjama'ah. Ya, walaupun masih bolong-bolong juga hehehe...
**
Segala Puji bagi Allah yang memberikan kesempatan pada kita untuk bertemu kembali dengan Ramadhan tahun ini. Kata Nabi, kalau saja semua tahu akan kebaikan Ramadhan. Pastilah semua menginginkan setiap bulan adalah Ramadhan.
Ramadhan 1430 H, hari pertama. Mesjid kebanggan kami penuh sesak oleh Jama'ah. Bahkan luber sampai keluar. Ketika Shalat Shubuh tiba, suasana Mesjid penuh layaknya seperti ketika Shalat Jum'at. Alhamdulillah...


Mang Enjang pun sekarang jadi banyak temannya.
Semoga saja semangat Shalat berjama'ah ini tidak surut ketika Ramadhan usai.
Tak sia-sia Mang Enjang selalu mengajak lewat bait-bait puji-pujian yang menggugah setiap sebelum Shubuh tiba.


Malu sama Allah.
Malu sama Mang Enjang.
Mang Enjang sudah betul-betul memahami dan menghayati pesan Nabi. Bahwa salahsatu golongan orang yang dilindungi kelak di hari kiamat-ketika tak ada yang bisa memberi perlindungan selain Allah-adalah golongan orang yang hatinya bergantung di Mesjid karena mencintai-NYA.

Belajar sama Mang Enjang untuk mencintai Allah.
Meski Allah mentakdirkan dirinya tak memiliki indra penglihatan sejak lahir.
Selamat menikmati indahnya Ramadhan!


)*Bangunlah wahai Muslimin Muslimat
Mari kita berjama'ah Shalat Subuh.
Itulah kewajiban kita di dunya,
buat bekal kita kelak di akhirat

Tuesday, April 21, 2009

Kartini Sholeha

~Setiap keindahan perhiasan dunia. Hanya istri sholehah perhiasan terindah ...~
Begitu kata Bang Rhoma dalam sebuah lagunya -Istri Sholehah.

Wanita Sholeha , baik itu dia sebagai seorang istri,ataupun ibu adalah sosok yang begitu didam-idamkan keberadaannya.

Bisa jadi demikian, karena dari belaian tangan-tangan lembut wanita yang berahlaq, memahami ilmu pengetahuan, agama, hukum dan syariat-syariat Allah akan lahir generasi yang kuat yang siap menghadapi segala tantangan.

Al Ummu Madrosatun, ibu adalah sekolah.
Seorang ibu adalah lembaga pendidikan yang bertugas mulia mempersiapkan sebuah generasi yang benar-benar tangguh”

Begitu banyak ungkapan mengenai mengenai wanita sholeh,
salah satunya adalah wanita tiang negara.
Istri sholehah adalah tiang rumah tangga, tiang keluarga, bahkan tiang negara.
Dia yang membuat rumah setiap hati anggota keluarga.
Tanpa dia takkan ada negara yang kuat kuat dan aman.

Bahkan ketika Sang Suami adalah pemimpin yang mengambil keputusan , maka istrilah dewan Syura-nya.Sebagai penasehat, penyeimbang agar Sang Suami tidak keliru mengambil keputusan.

Dari belaian lembutnya, akan muncul sosok-sosok pemberani,tangguh dan gigih membela yang haq sekaliber Umar,selembut Usman, Secerdas Ali.

Peran wanita sungguh luar biasa terutama ibu,
Rosululloh tak pernah lelah mengingatkan :
"Berbaktilah terus kepadanya (sang ibu) karena surga itu berada di bawah telapak kakinya."

Semoga semangat Kartini yang ingin mengembalikan derajat wanita pada derajat yang semestinya bisa terwujud. Mengajak kaum wanita menjauhi kegelapan menuju cahaya.
Dan bukan berbalik Minnannuur illa Dzulumati, dari cahaya menuju kegelapan.

Naudzubillahi Mindzalik...

Selamat Hari Kartini!.

Friday, March 6, 2009

Gasibu



Kalau di hari biasa Anda kebetulan melintas di depan Gedung Sate maka anda akan melihat pemandangan yang adem seperti gambar di atas. Namun coba Anda lewat ke sana di Minggu pagi, maka jangan harap pemandangan tadi bisa anda temukan. Minggu pagi lapangan di seberang gedung Sate itu penuh sesak dengan orang. Yang jualan tumpah ruah di sana. Di Hari Minggu, lapangan yang pada jaman Belanda bernama Wilhelmina Plein atau lapangan Wilhelmina itu merupakan surga bagi para pedagang kaki lima di kota Bandung yang konon pada akhir tahun 2008 jumlahnya sudah mencapai angka 15 ribu.


Sekitar tahun 50-an Konon lapangan ini digunakan oleh masyarakat Bandung Utara sebagai tempatlatihan sepakbola. Maka lapangan ini kemudian dikenal sebagai Lapangan Gasibu yang merupakan kependekan dari Gabungan Sepakbola Indonesia Bandung Utara.

Kembali lagi ke pasar kaget,
Semua barang keperluan sehari-hari bisa kita dapatkan di sana,tentunya dengan harga murah. Kalo kita bisa nawar sihh..

Dari mulai tukang alat-alat dapur, tukang kasur, tukang pakaian bejibun. Mau yang baru atau yang bekas, tinggal pilih aja. Tukang jualan aneka masakan juga banyak dari mulai tukang sayur tutut (baca: keong sawah), nasi timbel, tahu Sumedang, kerak telor (eiitt..ini makanan org betawi yach?), dan macem-macem masakan lainnya bisa kita temukan disana. Tak ketinggalan atraksi doger monyet (topeng monyet) bisa jadi alternatif tontonan yang menghibur bagi anak-anak.


Di tengah budaya gusur-menggusur yang dilakukan aparat satpol PP terhadap PKL yg dianggap merusak keindahan kota, kerelaan Pemkot untuk mengizinkan para PKL untuk berjualan di sekitar gedung sate walau hanya hari Minggu pagi patut diacungi jempol juga.
Ya setidaknya pemerintah memberi ruang pada pedagang kecil untuk mengais rezeki walau hanya di Minggu pagi. Keberpihakan ini yang patut dijaga.

Asal efek dari pasar tumpah di hari Minggu ini disambut dengan kesigapan dinas kebersihan yang mesti bekerja keras membersihkan sampah usai pasar kaget ini bubar.
Kalo tidak, imej kota sampah yang sempat disematkan kepada kota Bandung akan semakin melekat.

Tuesday, February 24, 2009

Esia dan Persib


Ketika BTEL hadir dengan layanan Esia dengan tarif murahnya dan dan didukung oleh penyediaan Hape dengan harga dan layanan yang terjangkau. Tentu ini sangat membantu masyarakat Indonesia untuk bisa menikmati layanan telekomunikasi . Politik diseruptiv innovation yang dijalankan Esia sangat manjur. Menurut Clayton Christenson, Professor Bisnis Harvard. “A disruptive innovation is a technology, process, or business model that brings to a market a much more affordable product or service that is much simpler to use. Cara ini terbukti sangat efektif mendongkrak peningkatan jumlah pelanggan.

Namun ketika penurunan tarif sudah banyak dilakukan (baca:ditiru) oleh operator-operator lain, maka Esia mengalihkan perhatiannya dengan merangkul sebanyak mungkin berbagai komunitas untuk menggenjot penjualan mereka.

Dari mulai merangkul Forum Komunikasi mahasiswa dan Masyarakat Tegal (Forkommat) yang beranggotakan 80 Ribu orang yg tersebar di seluruh Indonesia, menggaet komunitas penggemar grup Band Slank (Slanker’s) dengan prongram bundling Huawei Seri C-2807 bertajuk "Hape Esia Slank.", menyediakan Hape Hidayah (untuk Kaum Muslim), Esia Fu (Untuk masyarakat Tionghoa), Esia Bali (untuk masyarakat Hindu), esia Kasih (untuk Kaum Nasrani)dan yang terakhir kerjasama dengan Pemkot Padang.

Lo, Slankers sejati?...buktiin! Begitu kira-kira kurang lebihnya perkataan Bimbim sambil menunjukkan Hape Esia Slank dalam sebuah iklan.

Dimana bumi dipijak di situ langit dijunjung, begitu kata sebuah pepatah.
Ketika kita ingin menembus sebuah komunitas, mungkin akan lebih mengena ketika kita memahami symbol atau ikon yang menjadi kebanggan komunitas tersebut.

Jawa Barat adalah salah satu pasar potensial yang layak untuk dibidik. Dengan strategi dan pendekatan yang jitu tentu ini akan menjadi ladang emas buat pemasaran Esia. Populasi 41.483.729 yang tersebar di 17 Kabupaten dan 9 Kota -menurut situs resmi pemda Jabar,Jum’at 20 Februari 2009- adalah pasar yang sangat menjanjikan.

Apa kira-kira ikon yang sangat dikenal oleh seluruh masyarakat jabar dan sangat dicintai mereka?. Jawabannya adalah Persib Bandung. Det rait braders Ya, benar leres pisan . Klub Sepakbola yang berjuluk Maung Bandung ini adalah klub sepakbola yang tidak hanya dicintai oleh masyarakat Bandung tapi sangat dicintai urang Sunda (baca: Jawa Barat).
Bobotoh (sebutan untuk pendukung panatik eh fanatic Persib) tersebar di seantero Jabar. Dari mulai Tasikmalaya, Garut, Ciamis,Bogor dan hampir semua wilayah Jabar. Klub sepakbola yang berdiri tahun 1933 merupakan kebanggan rakyat Jawa Barat makanya ketika dana buat ikut kompetisi diambil dari dana APBD Kota Bandung, hampir tidak ada yang protes…

Esia sebenarnya Tahun 2006 pernah menjadi sponsor Persib, sehingga namanya sempat tertera di dada kostum Persib. Tapi pada tahun-tahun selanjutnya tidak berlanjut. Entah mungkin karena hasil evaluasi menunjukan tidak berdampak pada penjualan esia atau ada hal lainnya. Entahlah?.

Mungkin untuk wilayah Jabar perlu ada Bundling Huawei “Maung Bandung” untuk menggaet bobotoh setia.

Iklannya tinggal tunjuk Eka Ramdani (Kapten Persib) sambil menunjukan Hape Esia seperti apa yg dilakukan Bimbim untuk membujuk Slankers, “Tong ngaku bobotoh sajati lamun can make Esia..

Rasa-rasanya Esia bakal laku keras…


Ti Bandung kalayan pinuh ku katresna

Tuesday, January 20, 2009

Belajar pada Kaka




Sepanjang Minggu ini seluruh perhatian penggemar sepakbola dunia tertuju pada liga Seria A Italia. Karena salah satu pemain yg merumput di liga negeri sphagetti itu berkesempatan memecahkan rekor transfer pemain bola termahal sejagat.
Ialah Kaka- Panggilan akrab Ricardo Izecson dos Santos Leite ,Gelandang Brasil yang merumput di klub Italia AC Milan .
Pemain yg menjadi sorotan mata dunia itu.

Manchester City menyodori Milan uang sebesar 100 juta poundsterling (sekitar Rp 1,6 triliun).
Kalau saja kesempatan ini diambil, maka Kaka akan menyandang status pemain termahal di dunia memecahkan rekor milik Zinedine Zidane yang bernilai 46 juta pounds (sekitar Rp 749 miliar) ketika diboyong oleh Los Blancos -julukan Real Madrid- dari klub lamanya Juventus.

Kalau Kaka menerima pinangan The Citizens-julukan Manchester City- Kaka dikabarkan akan diupah sebesar 500 ribu pounds (sekitar Rp 8 miliar) sepekan.
Ini akan menjadikannya pemain dengan gaji termahal di Premiership dan juga di dunia.

Tapi Kaka bukanlah pemain yang rakus akan uang.
Kecintaannya pada Milan membuatnya tetap bertahan di Milan.
Sungguh, berita ini sangat melegakan bagi Milanisti-sebutan untuk fans AC Milan.

Saat saya dengar dia ingin bertahan, dan tahu kalau dia tidak memikirkan soal kehilangan kesempatan mendapat bayaran yang lebih besar dan justru meletakkan klub, persahabatan dan kecintaan fans di atas segalanya, saya langsung memeluknya," ungkap Berlusconi dalam wawancaranya dengan sebuah stasiun televisi seperti diberitakan Yahoosport.

“Kaka adalah pemain hebat dan dia juga pria yang sangat mulia. Tidak karena uang bukan segalanya, dia sangat senang untuk tetap di Milan bersama semua teman-temannya,” kata Berlusconi lagi.

Kecintaan dan Loyalitas Kaka terhadap olahraga sepakbola dan klub yang dibelanya patut dicontoh para pemain muda.
Uang bukanlah segalanya.

Tidak heran ketika Majalah Time menobatkannya sebagai salah satu dari 100 Tokoh Berpengaruh di tahun 2008.

Bravo Kaka, Bravo Milan!

Saturday, January 17, 2009

Tempat Gawe




Nyobian, neger-neger maneh nulis ku basa Sunda.Sanajan bari rada inggis ku bisi rempan ku basa, hariwang lamun aya larap kalimah anu teu merenah.
Keun we lah ngarana oge keur diajar iyeuh. Cek jalma nu luhung ku pangarti mah Basa teh cenah ciciren bangsa.
Sok sanaos sabulangbentor bari jeung teu ngentep seureuh undak usuk basana oge keur diajar iyeuh.
Taya sanes ari maksadna mah hayang ngamumule kana basa sorangan.


Teu karasa geus dua taun kuring gawe di Bandung teh.
duabelas taun katukang mah kuring ngumbara ka Batawi neangan kipayah teh.
Ngan kulantaran hayang deukeut jeung kulawarga kuring ngajukeun pindah ka Bandung.
Alhamdulillah pamenta teh ditedunan.

Tempat kuli sim kuring teh di Parongpong, cimahi kapalih tonggohkeun. Pami ti arah Cimahi mah lebetna ti jalan Cihanjuang gigireun Rumah Sakit Cibabat. Aya meureun kana tilu kiloan ti Cibabat mah.

Rada di kampung tempat kuli teh,
Bandung nyingcet, keun wae nyingcet-nyingcet oge. Malah aya kauntunganana kantor nyingcet ka tonggohkeun teh.
Hawana jadi tiis, eta we AC oge jarang dihirupkeun. Sakurilingeunana kantor teh dilingkun ku kebon. Sagala rupa pepelakan patani sarupaning salada bokor, jagong, cabe jeung sajabana ngemploh hejo tukangeun kantor. Aya oge kebon nu dipelakan
kembang. Tempat gawe teh estuning jauh pisan tina banjir, teu kawas baheula di Batawi meusmeus banjir meusmeus banjir.



Mun pareng rada carangkeul panon balas nempoan monitor komputer, tinggal kaluar we nempo liwat jandela kaca. Bras tetempoan teh tembus ka kebon nu upluk-aplak, malah gunung Burangrang jeung Gunung tangkuban Parahu ge katempo ti kajauhan.


Mangga sakali-kali mah dulur-dulur sadaya amengan ka palih tonggoh.
Diantos di Parongpong.

Foto kagungan Kang Heru sareng Kang Poer

Wednesday, January 14, 2009

Esia murah ke semuanya!




Bagi temen-temen yg berada di wilayah Indonesia dan terjangkau jaringan Bakrie Telecom. Silahkan mencoba fitur terbaru yang ditawarkan oleh BTEL yg mulai diluncurkan mulai 12 Januari kemarin.

Layanan terbarunya bertajuk “Hai-5” (baca : hai five). Dengan layanan ini kita bisa mendaftarkan 5 orang kawan, relasi atau family kita(bisa GSM, PSTN, atau CDMA lainnya).
Hanya dengan Rp 2000 per nomor, kita akan mendapatkan menikmati tarif discount percakapan 25% lebih murah selama setahun. Promo ini berlaku sampai 31 December 2009.

Cara registrasinya pun mudah banget lho,semudah 123! :)

Tinggal SMS saja :ketik “5″ kirim ke 123
atau via telpon:telpon *123 dan ikuti petunjuk selanjutnya.
Dan nikmati tarif murahnya!. Mudah banget khan? :)

Promo ini berlaku untuk semua produk prabayar dari Bakrie Telecom, yaitu Esia dan Wifone.
Untuk info lebih lengkap bisa dilihat di sini.

Selamat mencoba!
dukung persib Indonesian Muslim Blogger

Powered by Blogger

blog-indonesia.com Free Shoutbox Technology Pioneer Technorati blog directory

Mimitran Blog Urang Sunda